Selamat Datang
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

PETUALANGAN SIANAK NELAYAN

Entah mencari apa dan untuk siapa,
Dalam jejaknya tak terbaca
Lelah letih terus berpacu
Keringat diseka mata berkaca-kaca
Sianak nelayan berburu ajar membaca
Dalam dera asa gemuruh samudra bergelora
Anak anak nelayan bekejaran ombak berarak tawa
Diunggukan pasir memanik sianak nelayan hatinya lara terdera
Anak-anak nelayan itu seharusnya berkejaran menenteng tas berarak riang kesekolah
Entah mencari apa dan untuk siapa
Hingga lupa diri siapa
Sianak nelayan pulang hampa takguna apa-apa

Ibnu Hasan Nawawi
Malang 7- juni-2008
Aku tulis sajak ini di bawah langit buram
Menatap lekat rembulan yang tak lagi perawan
Berpendar redup dikerangkeng awan.
dalam sepi langit hati gerimis menghitung waktu tilasi hari yang telah berlalu


klik slengkapnya..

UNTUMU DARI MURABBI

Intropeksi..!
Lepasi selaksa emosi
Intropeksi..!
Menakar kematangan tarbawi
Intropeksi..!
Semata untuk misi nabawi
Intropeksi..!
Mencari kenikmatan ukhrawi
Intropeksi..!
Tujuan hidup terhakiki
Intropeksi..!
Tidak untuk melucuti
Segala hasrat manusiawi
Intropeksi..!
Sebagai generasi rabbani
Memilih hidup lebih berarti
Intropeksi..!
Bukan utama untuk diri
Tapi peradaban yang terzholimi
…………………
Intropeksi..!
Buang jauh segala rasa dihakimi
Terpilih kau yang terkini
Tuhan Kau yang dicintai
Perlu kau ikhlasi
Dari murabbimu untuk-Mu Rabbi
pada hidup yakin lebih berarti
…………………
Intropeksi..!!
mengajar lebih antisipasi
mengakar pada konsistensi

el_hezhna
Malang; 22:59. 1 Desember 2008
Bisikan nurani, di malam tersudut sepi
dihempaskan rasa dalam peluk dinginnya hati
Yang kian goyang terhantui.




klik slengkapnya..

Kamis, 11 Juni 2009

KAU YANG KUSAKITI WAKTU ITU

Aku tulis sajak ini untuk saudari terhormatku
yang menggelayuti asa jejakaku


Kau yang kusakiti waktu itu dengan kata-kata emosi tak terkendali
Sejak itu selalu membayangiku
Menggelayuti jenakku
Mengekang anganku yang entah samapai kapan berakhir
Dari relung kelembutan jiwamu
Kau menghampiriku
Dengan maaf kau bersihkan aku
Yang berlumur dosa nista nafsu

Bagimu mungkin maafmu telah membebaskan aku
Nemun kata belati yang kugores di hatimu
Telah menggores luka dihatiku
Hingga perihnya dalam dasar jiwaku tak memaafkan aku

Jiwaku merintih mengerang lirih kapanpun melihatmu
Seperti luka disiram air garam
Seperti cacing dipanggang surya lalu disiram air panas
Berkata-kata tampa suara disengat kebingungan
Menangis dalam desah gelombang jiwaku
Air mata menggenangi sukmaku

Kau yang aku sakiti waktu itu dengan kata-kata emosi tak terkendali
Betapa degilnya aku melupakan budimu
Betapa tragis jiwaku dalam kealifan sukmamu
Putih jilbabmu dalam putih hatimu
Lembut ahlakmu dalam lembut pekertimu
Yang terbina menentrem dalam asma kasih tuhanmu

Kukemanakan akalku waktu itu
Kenapa tidak gila saja saat itu
Agar tak lagi kau kenali aku
Dan siapapun jijik denganku

Ooohh,
Lempar saja aku dalam jurang berbatu cadas
Lalu benturkan kepaluku pada batu tebing bertaring
Hingga luka membunuh luka
Perih merentas perih
Siksa membantai siksa
Hingga bisu mengantarkannya pada bungkam
Bungkam menggiringnya pada lelap sukma jiwa
Dalam gelap peket tak ber tepi

Hezhna El-bajoe
Aku tulis sajak ini diantara kedap kedip bintang gemintang
Di naung wajah sendu rembulan yang tak lagi perawan
Semburatnya merambat memalas, berpendar pudar
Menaungi bumi yang terlelap dalam gelap diselimuti hitam pitam sunyi malam

Malang, 26 November ‘07



klik slengkapnya..

HARAPAN TERBUJUR KAKU

Aku tulis sajak ini di bawah remang berkabut
Dalam jenakku yang tak lagi salut


Aku melihat kepingan harapam berserakan
Seperti dedaunan kering dibantai kemarau
Aku melihat seraut harapan
Seperti wajah bumi digempa terseret
Aku melihat segumpal harapan beku terbujur kaku
Seperti bongkahan salju beku membatu

Harapan-harapan dikerangkeng kepala buntu membabatu
Mengapa takkau lepaskan dirimu
Dari kerangkeng lesu
Malah kau mekin membisu
Hadirmu membuatku malu
Tampa gegas memburu
Seperti awalmu yang terdahulu
Gigihmu tampa keluh

………………….
Kepada tunas-tunas baru
Kepeluk tetapmu dalam haru
Biar aku bersama kau selalu
Dengan harapan baru mengharu biru

Abaikan mereka terbujur kaku
Agar tidak tertular kaku
Lalu mati bersekutu

Malang, peng hunghujung 2008
El_hezhna



klik slengkapnya..

Ya Allah apa yang akan terjadi ?

Ya Allah apa yang akan terjadi?
Aku hidup dalam gelap bimbang
begitu jelas, tapi tak dapat kubentang
mengharap sesuatu yang penuh tantangan menerjang
lalu keduanya mempertanyakan hatiku yang bimbang
juga perasaanku yang semakin meregang
dalam jenak-jenak ba'ahku yang semakin garang

ya Allah apa yang akan terjadi?
Harapan dan rasa ini menggantungku tanpa tali
tahu, tapi keraguan tak hengkang bembayangi

ya Allah kupertanyakan cahaya kasih-MU
dan keadilan-MU sampai kapan Kau tangguhkan

ya Allah apa yang akan terjadi?
Kebimbangan menggiringku pada kemunduran
tahu, tapi tak kuasa rasaku membangkitkan

ya Allah kuharap indra-MU isyarat langkahku
ya Allah kuharap rahman rahim-Mu jelma asaku

lalu dapatkah asaku menggali asma-MU
mendidik hati percaya diri
membina batin tentramakan jiwa suci
tuk raih keteguhan cinta sejati nan abadi

el-hezhna
kamis, 15 november 2007
sajak ini aku tulis disiang hari
dibawah langit yang muram dipeluk mega
saat sang surya sedih malu mengintip bersembunyi diatas ubun-ubunku
binarnya yang berpendar memudar karena dikerangkeng mega remang
seakan meminta hiba tampa kata-kata
"saudaraku yang tegar,
akupun merasyakan sedihmu disini,
bersama mendung duka kita hari ini"




klik slengkapnya..

OOOHH...SUDAH DARI DULU!!

Penantian kukira tak berujung
Saat waktu berguling
berjemputan datang bergulung
dibawah senja rindang
pandangan terpotong sejenak
oleh cakrawala tak berujung
melihat mermati tersenyum
terbang tampa sayap
hatinya ingin bertanya dan berkata-kata
tentang kejujuran

adakah serulus percik hujan
yang memeluk tanah
walau panas surya datang menerpa

selalu berkata-kata tak bersuara
disengat kebingungan
kebingungan tidak secerah alasan
aku tersiksa tampa kesalahan
takbisa dilihat tapi dirasakan
disaat kau hadir setelah tiada di hadapan

aku tak bermain dengan lisanku yang putih
tak memaksa dengan kata-kata membelai
karna cinta hadir bukan tuk dipaksa
cinta bukan hidangan yang dicicipi
lalu ditinggalkan
cinta ada untuk dijaga
kebahagiaan karna ketulusan
cinta datang mengharap kejujuran
keyakinan membuat keberanian
saling percaya membuat kebersamaan
dan aku yang menenti jawabanmu tampa beban

Bakkan
Malang 05 mey 2006



klik slengkapnya..

JUJUR

Mari biarkan lepas dari diri
Yang mengekang jenek sendiri
Lalu kepada hati berdamailah
Jangan lagi kejujuran dipasund didalam dada
Biarkan lepas bebas berlafadz
Yang enatah kelam membentang
Atau seberkas menyibak

Agar kita tahu
Teman tahu
Alampun tahu
Semua menjadi tahu

Untuk memilih
Karena berubah sebagai pembeda
Kau diantara kami
Atau diantara mereka
Atau diantara siapa?

Dan biarkan aku yakin
Karena Tuhanku
Dan diriku seutuhnya

El-hezhna
Malang 2007



klik slengkapnya..

TANYA MIMPI

Kau gadis sholehah diantara muslimah dalam gerakan da’wah
Dengan sesungging senyum melintasi lelap malamku
Melepaskanku dari pelukan lekat lelap malam
Kukenal waktu itu menitip anak perempuan sekampung menjadi momen
Tak banyak yang kutahu tentangnnya
SMS ramah bertemu sembunyi muka
Berpapasan sua kita tampa tegur sapa
Semua berlalu mengalir tampa peduli rasa

Gadis mulia sungguh terjaga berbudi baik hati
Kau gadis sholehah diantara muslimah dalam gerakan da’wah mengampus
Tiba-tiba melintasi lelapku malam ini
Sesngging senyum tebar taburan bintang-bintang

Inikah mimpiku?
Atau alusinasi yang ciptakan emosi
Alusinasi biar kunikmati
Entah sampai nanti
Walau hanya mimpi

El-hezhna
07-07-2007
Aku tulis sajak ini
Dibawah langit kemuning dalam hati bening
di intip sangsurya rekah diselemuti kabut
dalam hati bertanya tentang mimpi yang tak mungkin untuk diriku



klik slengkapnya..

FAZA

FaZa,,,
Malam ini hening
Angin meraba dingin
Perut kosong melompong
Kepala pening, pusing
Tatap purnama tak bergeming
Hati terasa miring
Dan angan membentang remang
bayanganmu takjua hengkang
sesak jiwaku merong-rong



klik slengkapnya..

DALAM PERPISAHAN YANG DILUPAKAN

Sajak ini untuk teman-temanku anak-anak syari’ah
Dimalam perpisahan digedung halakoh

Menjeleng pisah pertemuan kita
Diriuh sorak isak dibingkai haru
Indah bahagia ria tawa meringkik riang
Bertebur berkejaran senyum

Dihati ada rembulan dan matahari menepis senja
Melihat merpati-merpati berterbangan tanpa sayap
Bercumbu berkajaran antara warna-warni pelangi hidup

Dan dihatiku langit muram
Diwajah bermendung suram
Asa dalam jiwa meronta
Dibuai diri yang lupa buta

Lupa merenung
Lupa menghayati
Lupa bertanya

Adakah seberkas cahaya menyisa
Menyibak hamparan juang
Yang semakin kelam kian membantang

Langit hati makin muram
Wajah bermendung suram
Mengiris hati gerimis
Bumi menengis menggenang memekik histeris

DALAM PERPISAHAN YANG DILUPAKAN

El-hezhna
Malang11-06-07



klik slengkapnya..

DIBAWA NAFSU

Lalu lalang gadis-gadis melenggang
Meremang duduk berpasang-pasang
Mengawang angan melayang-melayang
Dalam jenek mewayang tak terbayang

Gadis-gadis melenggang tebas kilau jalan
Membawa angan meyeret batin
Mencari kepuasan….
Malah kebablasan…..
Terbawa nafsu meringkik riang
Meleleh liur ditebing-tebing birahi

Hai sicantik
Hai kekesih

Beribu sapa dihujani puji
Para lelaki berjubah nafsu
Puja-puji raba meraba

Leleki dan gadis itu kini
Terkapar berbalut birahi
Ditebas nafsu
Hidup juga dijerit malu berperih nista

El-hezhna
Malang-05-06-07



klik slengkapnya..

PESONA FITRI

Duhai ukhti…..
Enkau membuat hati terpesona
Tertunduk bungkam
Bukan dengan sihir ataupun lipstik percantik diri, wewangian, pun tebar pesona..!
Duhai wajah dingin nan sayu dinaung jilbab izzah muslimah
Fitrah tertegun mengajak selalu berharap kepada Allah
Tuturmu betapa menyejukkan mengalir bening laksana haudunnabi
Membawa hanyut jiwa dan asapun tertawan mengembang angan surgawi

Lafadz-lafadz Qur’ani pakaian dari makna yang dikandungnya kau kenekan
Diri takkuasa melirik apalagi menetap leket
Bercermin pada hati yang keruh
Memudar sejelma lilin dicumbu angin

Ada apa denganku.
Biarkan hayali zal-zali sepi..?!
Ataukah hati yang tak lagi pada tempatnya..?!

Dan kau pesona karya indah Ilahi
Dalam jenek sepi
Biarkan kukembaran hati
Berangan denganmu
Cermin bening jiwaku
Dan diriku seutuhnya
Karna Tuhanmu

El-hezhna
Malang 01-06-07




klik slengkapnya..

BUNGA TERSEMAT DIHATI

Sajak buat temanku yang menjuntai angan

Dari jauh kau kupandang
Dalam semak galau
Lalu lalang orang-orang entah kebingungan
Jenakku diperangkap bungkam
Membenam pesona di hati
Biarkan sengaja menghunjam
Rahasia biarkan tak siapapun tahu

Meruang angan dalam jenak damba
Bingung tak secerah alasan
Menyiksa tampa kesalahan
Untuk katakan
Aku…..
Padamu……..
Dan kamu…..
Menggigil terbata-bata meniti kata-kata

Bila kau dengar kulontarkan
Tercengang kau mungkin
Tertawa sinis…….
Mencerca-cela …..
Menghina-dina…..

Tapi biarlah………
Biar saja kukatakan pada bulan perawan
Mengadu pada awan gemawan
Pada kembang menawan

Bahwa ketololonku ini
Karna pesona dari dirimu sendiri
Buakan pesona artistik imitatif
Yang digandrungi para perawan
Antara sadar dan tidak
Di belantara zaman tersesat mencari diri

Biarlah…….
Pesona biar menyemat bersama tulang dan dagingku
Bungamawar menawan menancap dihati
Kusiram selalu entah sampai kapan..!!

BUNGA TERSEMAT DIHATI
El-hezhna
UIN Malang 12-mei-2007





klik slengkapnya..
Template by - Abdul Munir - 2008